Prinsip Kerja Sensor Tegangan DC
Modul sensor tegangan DC bekerja dengan membagi tegangan input menggunakan resistor divider internal. Tegangan input yang lebih tinggi akan dikurangi ke level yang dapat diukur oleh pin analog Arduino (biasanya 0-5V). Untuk membaca tegangan asli, Anda perlu mengalikan pembacaan Arduino dengan faktor skala (scaling factor) yang ditentukan oleh konfigurasi resistor dalam modul.
Sebagai contoh:
Jika modul menggunakan pembagi tegangan dengan rasio 5:1, tegangan input maksimum yang dapat diukur adalah 25V.
Alat dan Bahan
- Arduino Uno.
- Modul sensor tegangan DC (misalnya sensor tegangan 0-25V).
- Kabel jumper.
- Breadboard (opsional).
- Multimeter (opsional, untuk verifikasi).
- Software Arduino IDE.
berikut merupakan gambar skematiknya:

Untuk Kode Yang Kami Gunakan :
#include <Arduino.h>
int port_sensor_tegangan = A0;
float baca_sensor_tegangan() {
float R1 = 30000.0; //nilai resistor dari module tegangan. jgn diubah
float R2 = 7500.0;
int sensorValue = analogRead(port_sensor_tegangan);
float tegangan = (sensorValue * 3.3) / 1024.0; // sesuaikan tegangan sesuai board
tegangan = tegangan / (R2 / (R1 + R2)); // rumus wajib
//dibawah ini adalah skala nilai, untuk mengatasi masalah perbedaan hasil pengukuran sensor dengan volt sebenarnya, jika tidak ada masalah maka tidak perlu dipakai.
// tegangan = tegangan * (10.0 / 15.88); // faktor koreksi // Koreksi faktor penskalaan berdasarkan data percobaan volt sebenarnya 10 tapi terbaca 15.88
return tegangan;
}
void setup()
{
Serial.begin(9600);
pinMode(port_sensor_tegangan, INPUT);
}
void loop(){
float sensor_tegangan = baca_sensor_tegangan();
Serial.println("Tegangan : " + (String)sensor_tegangan);
}
Selamat Mencoba!!
Semoga Berhasil!!
Kalau teman-teman berminat jasa bisa wa kami di kontak whatsapp dibawah ini atau bisa cek tiktok kami disini : @labrobotika
