Buzzer merupakan komponen elektronik sederhana yang sering digunakan untuk menghasilkan suara sebagai notifikasi atau alarm. Pada artikel ini, kita akan mempelajari cara menggunakan buzzer dengan Arduino untuk menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu.

Komponen yang Dibutuhkan

  • Arduino Uno
  • Buzzer aktif
  • Kabel jumper
  • Breadboard

Rangkaian

  1. Sambungkan kaki positif (+) buzzer ke pin 2 pada Arduino Uno.
  2. Sambungkan kaki negatif (-) buzzer ke GND pada Arduino Uno.

Berikut adalah gambar rangkaian:

ESP32          Buzzer
  GND -------- Negative (-)
  GPIO 2 ----- Positive (+)

Kode Program

Berikut adalah kode program untuk membunyikan buzzer pada Arduino:

int buzzer = 2; // Deklarasi pin buzzer

void setup() {
  pinMode(buzzer, OUTPUT); // Mengatur pin buzzer menjadi output
}

void loop() {
  tone(buzzer, 200); // Membunyikan buzzer dengan frekuensi 200Hz
  delay(2000);       // Menunggu selama 2 detik
  tone(buzzer, 250); // Membunyikan buzzer dengan frekuensi 250Hz
  delay(2000);       // Menunggu selama 2 detik
}

Penjelasan Kode

  1. Deklarasi Pin Buzzer:
   int buzzer = 2;

Pin 2 digunakan untuk mengontrol buzzer.

  1. Konfigurasi Pin:
    Pada fungsi setup(), pin 2 diatur sebagai output:
   pinMode(buzzer, OUTPUT);
  1. Mengontrol Buzzer:
    Pada fungsi loop(), fungsi tone() digunakan untuk membunyikan buzzer dengan frekuensi tertentu.
  • tone(buzzer, 200); membunyikan buzzer dengan frekuensi 200 Hz.
  • delay(2000); memberikan jeda selama 2 detik sebelum mengubah frekuensi.

Cara Kerja

Setelah kode diunggah ke Arduino, buzzer akan berbunyi dengan frekuensi 200 Hz selama 2 detik, kemudian berganti menjadi 250 Hz selama 2 detik, dan seterusnya secara berulang. Frekuensi suara dapat diubah pada parameter kedua fungsi tone().

Uji Coba

  1. Pastikan koneksi antara buzzer dan Arduino sudah benar.
  2. Unggah kode ke Arduino menggunakan Arduino IDE.
  3. Dengarkan suara dari buzzer. Anda dapat mencoba mengubah nilai frekuensi pada fungsi tone() untuk menghasilkan suara dengan nada berbeda.

Catatan

  • Gunakan buzzer aktif untuk proyek ini, karena buzzer pasif membutuhkan sinyal PWM yang lebih kompleks.
  • Jika suara buzzer terlalu keras atau pelan, sesuaikan resistansi atau coba gunakan frekuensi yang berbeda.

Dengan memahami penggunaan buzzer pada Arduino, Anda dapat mengembangkannya menjadi proyek yang lebih kompleks seperti alarm suhu, indikator jarak, atau notifikasi lainnya.

Kalau ingin menghubungi lebih lanjut bisa hubungi nomor dibawah:

By Ilham

Mau Konsultasi & Diskusi ?